Moms, Jangan Mengeluh Buah Hati Banyak Tingkah, Ini Sebabnya

Aktvitas fisik anak memiliki hubungan erat dengan kecerdasan kognitifnya. Dengan memberikan akses untuk anak lebih aktif bergerak, bisa meningkatkan kebugaran fisik dan kinerja kognitifnya.

Dalam acefitness.org menuliskan sistem pendidikan di Finlandia mendedikasikan 75 menit per hari untuk aktivitas fisik anak. Berbeda dengan Amerika Serikat yang hanya 100 menit per minggu.

Hasilnya, pada tahun 2014, AS berada di peringkat 26 dari 34 negara dalam mata pelajaran matematika. Sedangkan dalam membaca ada di peringkat 17, serta peringkat 21 untuk sains.

Sementara Finlandia menduduki peringkat pertama dalam sains dan peringkat dua untuk matematika dan membaca. Demikian seperti dilansir dari Fimela.

Lalu, bagaimana mekanisme dari aktivitas fisik memainkan peran penting dalam pertumbuhan dan perkembangan otak?

Beberapa penelitian telah dilakukan. Salah satunya dari Columbia Charles Basch tahun 2010. Hasilnya menguraikan bagaimana olahraga membantu menjaga aliran darah yang optimal ke seluruh tubuh. Tidak hanya memberikan oksigen yang cukup untuk otak, tetapi juga mendorong pertumbuhan di sel otak.

Asosiasi Nasional untuk Pendidikan Olahraga dan Jasmani merekomendasikan 60 menit per hari untuk aktivitas fisik. Ditambah 150 menit per minggu pendidikan jasmani untuk anak-anak SD. Fungsinya untuk mengoptimalkan dampak positif dan aktivitas mereka.

Ada beberapa penelitian lain yang menjelaskan hubungan antara aktivitas fisik dan perkembangan otak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *