Moms, Waspadai Makanan Cepat Saji ya, Ini Dampak pada Menstruasi Anak

Jangan kaget jika anak mengalamai mentruasi dini. Berdasarkan penelitian, gaya hidup dan pola makan adalah faktor yang mempengaruhinya.

Dilansir melalui Suara, cukup banyak remaja perempuan menstruasi pada usia 9 sampai 11 tahun. Berbeda di kehidupan sebelum-sebelumnya, di mana mentruasi dialami remaja perempuan di rentang usia 11-14 tahun.

Terkait hal tersebut, Ahli Gizi Beta Sindiana, S.Gz mengungkap alasan di balik semakin dininya usia menarche atau menstruasi saat ini. Salah satu faktornya adalah gaya hidup dan pola makan yagn tidak diimbangi dengan aktvitas.

Pertama karena status gizi lebih, Persentase menarche dini pada sebuah penelitian terlihat, jika remaja putri dengan gizi lebih atau obesitas, lebih rentan dibandingkan dengan remaja putri yang gizinya normal atau kurang.

Selanjutnya karena pola gaya hidup sedentary. Sebuah penelitian mengungkap 66 persen anak perempuan yang mengalami menarche dini bermain di dalam rumah 2-3 kali seminggu hingga setiap hari.

Hal ini, kata Beta, berhubungan secara signifikan pada kejadian menarche dini. Artinya gaya hidup sedentari (inactive lifestyle) memengaruhi menstruasi.

“Mereka cenderung di dalam rumah aja engga keluar, nggak aktif saat remaja. Sibuk sama gadget, nonton tv dan lainnya. Kurang gerak, dampaknya body fat lebih tinggi dibandingkan dengan anak-anak yang sering main di luar rumah,” jelasnya.

Dia juga membahas konsumsi makanan. Di era digital makanan junk food lebih mudah ditemui, baik di aplikasi maupun toko offline. Makanan junk food memberi pegaruh awal gejala mentruasi lho.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *